Alessia Cara Suarakan Body Image Positive Lewat ‘Scars To Your Beautiful’
Putih, langsing, mulus, berbibir sensual,
dan berpenampilan seksi adalah sederet contoh tuntutan yang sering diajukan
pada perempuan. Perempuan dengan kriteria-kriteria tersebut adalah perempuan
yang layak mendapat predikat cantik bagi banyak orang, baik dikatakan secara
langsung maupun tidak. Hal ini sering mendorong banyak perempuan untuk tidak
menjadi dirinya sendiri. Dimulai dengan melakukan diet ketat, perawatan tubuh
gila-gilaan, sampai yang paling fatal adalah operasi plastik.
Lagu ‘Scars To Your Beautiful’ milik
Alessia Cara hadir untuk membantah anggapan bahwa cantik itu berstandar. Penyanyi
muda kelahiran Canada dua puluh dua tahun yang lalu itu mengaku mulai
memikirkan lagu tersebut saat masih berumur tujuh belas tahun. Umur yang cukup
belia untuk memikirkan issue seberat
itu.
Pada suatu wawancara dengan
Idolator (Blog musik milik Gawker Media) pada Mei 2016, Alessia menyatakan
bahwa lagu tersebut menceritakan tentang Body
Image Positive. Yaitu suatu pandangan yang bertujuan agar seseorang bisa
menerima dan bangga atas apa yang kita miliki. Jika dunia tidak menyukai
bagaimana penampakkan fisik kita, maka dunialah yang harusnya mulai belajar
untuk merubah perspektif mereka tentang konsep kecantikan. Kita tidak perlu
mengubah apapun yang ada pada diri kita seperti tersirat pada potongan liriknya
:
“but there’s a hope that’s waiting for you
in the dark,
you should know you’re beatiful just the way
you are
And you don’t have to change a thing the
world can change its heart
No Scars to your beautiful, we’re stars and we’re
beautiful”
Ia mendobrak konsep kecantikan
berstandar yang kerap mendorong kita untuk menjadi orang lain. Tak heran jika
banyak orang yang terinspirasi dengan pesan kuat di dalam lagu ini, seperti
halnya saya. Banyaknya orang yang terinspirasi, mengantarkan lagu ‘Scars To Your Beautiful’ menjadi lagu
tema untuk suatu kampanye anti bullying,
I Am A Witness yang diselenggarakan
oleh Ad Council.
Rupanya kekuatan lagu ini tidak
hanya pada liriknya yang tajam. Tetapi juga pada irama musiknya yang enak didengar,
simple dan terasa bertenaga seperti layaknya musik bergenre synth-pop pada umumnya. Kemudian Alessia mencoba merefresentasikannya
lewat video klip, aksi panggung, dan bahkan dalam kesehariannya.
Video klip ‘Scars to Your Beautiful’ dibuka oleh sosok perempuan penderita
kanker dan sederet perempuan yang menyuarakan tentang pentingnya mencitai diri
sendiri. Serta beberapa sosok laki-laki sebagai bagian yang tak kalah penting,
karena lagu ini tidak hanya ditujukan untuk perempuan, tetapi orang pada
umumnya, termasuk kaum adam. Sedangkan Alessia sendiri hanya menggunakan outfit polos serba hitam tanpa riasan
wajah berlebihan sebagai lambang kesederhanaan. Very powerful!
![]() |
| Penampilan Alessia di MTV VMAs tahun 2017. Sumber : https://nypost.com/2018/01/26/alessia-cara-doesnt-do-glam-and-the-music-industry-is-shocked/) |
Selain video klip, Alessia juga
sempat menyedot perhatian para penonton di panggung MTV VMas tahun lalu. Pun viral
di berbagai jejaring sosial seperti youtube. Pada awalnya, Alessia tampil
dengan gaun merah, wig, dan riasan wajah yang glamor. Di pertengahan lagu
Alessia mulai melucuti gaun, wig, anting, dan tak lupa menghapus riasan
wajahnyanya. Ia ingin menunjukkan bahwa kita bisa tetap cantik meskipun tampil
apa adanya. Saya benar-benar merinding saat pertama kali menyaksikannya.
Alessia memang terkenal tegas
dalam menyuarakan body image positive.
Kita bisa melihat itu dalam keseharian Alessia yang selalu tampil apa adanya.
Ia lebih sering menggunakan celana jeans, kaos oblong, dan penampakan wajah
polos seperti tanpa riasan apapun dalam banyak situasi. Bagi Alessia, talenta
dalam bermusik jauh lebih penting dari sekedar penampilan fisik. Ia memang
terasa begitu nyata!
Seandainya ada banyak orang yang
berpikir seperti Alessia, atau bahkan diri kita sendiri yang menjadi agen body image positive, maka saya yakin
akan lebih sedikit orang yang membenci dirinya sendiri. Menerima dirinya apa
adanya dan mulai memfokuskan perhatiannya pada hal-hal yang lebih positif. Kita
memang tidak perlu terlalu menggubris omongan orang lain yang selalu
mengomentari fisik kita dengan tega. Dengan begitu, kita tidak harus melakukan
hal-hal konyol untuk mengoreksi kekurangan fisik kita, apa lagi sampai
mendatangi dokter bedah untuk operasi plastik. It’s a big NO!
*Dihimpun dari berbagai sumber.
Note : tulisan ini sebenarnya
dibuat untuk memenuhi tugas menulis mingguan dari salah satu workshop menulis
online dengan tema ‘musik dan lagu inspirasiku’, tetapi kecintaan saya terhadap
lagu ini mengantarkan saya untuk menulisnya secara khusus.


Komentar
Posting Komentar